Perencanaan Strategi dan Operasional
Oleh: Ahmad Zain Fuad
Pendahuluan
Dua hal utama yang berkaitan dengan sebuah perencanaan adalah mengenai perencanaan strategi dan perencanaan operasional. Perencanaan strategi merupakan pandangan bahwa sebuah organisasi akan melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar. Sedangkan perencanaan operasional Operasional memastikan bahwa apa yang kita kerjakan adalah benar sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan.
Perncanaan Strategi didefinisikan sebagai sebuah proses yang menentukan dalam sasaran atau tujuan, perubahan, dalam memperolah sumberdaya yang digunakan sebuah organisasi untuk mencapai apa yang di ingin diperoleh oleh organisasi tersebut.
Tujuan dari sebuah strategi secara langsung harus memiliki orientasi jangka panjang, memiliki potensi dan sumber daya yang berorientasi masa depan pula yang tentunya harus felksibel dan mudah beradaptasi dengan perubahan situasi dan kondisi yang telah terjadi. Tujuan strategi yang berorientasi masa depan biasanya lebih berorientasi pada klien dan secara langsung berhunbungan pada kebutuhan luar (eksternal). Rencana-renacana strategi menentukan karakter pimpinan organisasi yang sering berdasarkan pada hasil sebuah sistem.
Perncanaan Operasional adalah sebuah proses yang mana pengelola atau pememipin yang menentukan bahwa sumber daya telah didaptkan dan digunakan secara efektif dan efisien demi untuk melaksanakan atau menyempurnakan sasaran strategi. Perencanaan operasional fokus pada pengadaan suber daya, masalah-masalah operasional, dan stabilitas, semua itu harus dilasaknakan untuk meujudkan sasaran atau tujuan organisasi.
Sasaran Opersional biasanya berupa program, proyek (pembangunan) dan berorientasi pada staff secara langsung yang berhubungan dengan aktifias internal dan outcome organisasi. Rencana-rencana Operasional didesain untuk memperoleh hasil akhir dengan pengeluaran minimanl dan efisien untuk sumber daya lembaga dan organisasi.
Bottom-Up Planning dan Top-Down Planning
Dalam mertencanakan sebuah proses pekerjaan dengan benar, perencanaan strategi harus dikembangkan dan membuat prioritas akhir untuk perkembangan dan terlaksananya perencanaan opersional. Perencanaan Opersional seharusnya tidak dikembangkan dengan inten lebih dulu dari perencanaan strategi diatas. Perencanaan Operasional dalam hal ini dikembangkan untuk menggambarkan membatasi keinginan dan resiko internal.
Opertional manager memandang bahwa perbaikan, perubahan, dan perpaduan dari Opersinal plans sebagai urutan dalam urusan mereka dengan administrator tingkat atas (top-level adminsitrator). Mereka sering menjadi berkecil hati terhadap apa yang mereka rencanakan ternyata berubah dan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.
Bahwa Perencanaan yang dimulai dari level terendah, pendekatan Bottom Up ini biasanya jika menghasilkan sebuah kekecewaan atau kegagalan dalam perencanaan maka lower level adminstrator akan mengabaikannya karena rencana-rencana tidak sesuai dengan tujuan strategi yang sangat dianggap penting oleh pemimpin tingkat atas (top-level adminsitrator). Jika situasi yang tidak diharapkan diatas muncul maka secepatnya harus diadakan perubahan dari rencana awal, sehingga diaharpakan nantinya setiap personal dalam organisasi itu mempunyai perhatian yang tinggi terhadap setiap masalah yang dihadapi oleh organisasi.
Disamping masalah sumber daya manusia, pendekatan dengan Bottom Up tidak efektif jika ada pemimpin tingkat atas (top-level adminsitrator) yang kurang faham terhadap perubahan perencanaan opersional sehingga mereka sulit menjalankannya.
Sumber Finansial
Sungguh tidak mungkin jika kita membicarakan sebuah rencana tapi mengesampingkan masalah finansial. Semakin baik kondisi finansial sebuah organisasi maka akan semakin bagus perjalanan organisasi tersebut khususnya dalam mendukung apa yang sudah direncanakan. Dan sebaliknya jika finansialnya kurang baik maka ada kemungkinan sebuah rencana yang sudah direncanakan dalam organisasi akan gagal.
Perencanaan strategi yang meliputi sasaran-sasaran dan tujuan organisasi diciptakan melalui proses adminstrasi yang dijalankan secara terus menerus dan seharusnya menjadi prioritas utama dalam memulai proses menganggarkan belanja. Rencana pendapatan dan belanja masuk untuk meneruskan atau melanjutkan perncanaan operasional. Bagaimanapun juga, jika anggaran belanja tidak di support, didukung oleh strategi plans maka hubungan antara perencanaan opersional dan strategi tidak akan bisa berkembang.
Sumber Daya Manusia
Hal penting yang lain dalam proses pelaksanaan sebuah perencanaan adalah sikap para pegawai, pekerjaan yang memuaskan, keadaan./suasana organisasi dan yang terakhir adalah penampilan (performance) para individu/pegawai.
masalah-masalah perencanaan, Planning Problems Khususnya yang berkembang selama pelaksanaan ketika individu dan kelompok terjadi konflik sehingga akan membahayakan dalam organisasi. Mekanisme kontrol yang tepat seperti adanya superfisi akan dapat mengurangi masalah-masalah yang ringan. Tidak ada yang lebih penting dalam planning daripada komitmen seseorang dan komitmen tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kontrol.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar